Jenis dan Ukuran Kertas A1

Meski saat ini penggunaan kertas makin terbatas dan banyaknya produk cetak yang beralih ke bentuk digital, namun hakikatnya keberadaan kertas masih sangat diperlukan. Terutama dalam dunia percetakan. Penggunaan kertas sebagai media dalam percetakan masih mendominasi dibandingkan dengan media lainnya. Hampir setiap produk yang beredar menggunakan kertas sebagai dasar percetakan, mulai dari kemasan produk, pamflet, brosur, undangan, maupun bentuk lainnya. 

Kertas sebagai media percetakan ternyata memiliki jenis yang beragam dari ketebalannya, tipe dan jenis kertas, sampai ukuran. Beragamnya jenis kertas ini berhubungan dengan produk yang bersangkutan. Selembar kertas tipis tentu tidak tepat jika akan digunakan sebagai kemasan produk, hal sebaliknya kertas tebal tentu menyulitkan saat akan dibuat brosur. Dengan mengetahui tipe dan jenis kertas akan memudahkan dalam hal pemesanan dan rencana produk yang akan dicetak.

Jenis dan Ukuran Kertas

Kertas ternyata memiliki ukuran baku yang berlaku secara internasional. Berdasarkan ketetapan baku kertas ditentukan atas ISO 216 dan DIN 476 dimana ukuran kertas dibagi dalam kelompok seri A, seri B, seri C, dan Seri R. Di antara banyaknya seri tersebut, seri A merupakan satuan kertas yang paling banyak digunakan di dunia, termasuk di perkantoran maupun penerbitan. Dasar ukuran kertas seri A ini berlandaskan pada ukuran A0 yang luasnya satu meter persegi atau 841 x 1189 milimeter (84 x 118 cm). Ukuran kertas di bawahnya mengacu kepada ukuran kertas A0 setelah dibagi 2. Atau ukuran kertas A1 adalah setengah dari A0 (594 x 841 mm), ukuran A2 berarti setengah dari A1 (420 x 594 mm), A3 berarti setengah dari A2 (297 x 420 mm), A4 berarti setengah dari A3 (210 x 297 mm), dan seterusnya hingga A10 (26 x 37 mm). 

Perbedaan ukuran kertas ini tentu berpengaruh terhadap harga cetak seperti harga print A1 lebih mahal daripada harga A4. Secara umum, panduan kertas berukuran A0 adalah koran utuh yang dibentangkan. Kertas berukuran besar seperti ini biasa digunakan untuk produk semacam brosur, pamflet, atau poster. Sedangkan ukuran kertas yang lebih kecil kerap digunakan untuk percetakan atau penerbitan seperti brosur berukuran kecil (A3), flyer (A4), undangan (A5) maupun kartu nama (A8).

Pada percetakan warna, penentuan harga biasanya lebih mahal daripada harga cetak yang hitam putih. Harga jasa print warna baik percertakan offset maupun digital memiliki harga bervariasi tergantung dari jenis dan ketebalan kertas. Kertas jenis stiker memiliki harga yang lebih tinggi daripada jenis kertas HVS atau kertas koran. Pemilihan kertas sebelum dicetak penting dipahami agar tidak terjadi kekeliruan pada produk, baik kemasan, panflet, atau brosur.