Pelaksanaan Proyek Pembangunan Gedung Bertingkat

Gedung bertingkat biasa digunakan untuk kantor perusahaan, lembaga, kantor dinas, hingga hotel. Dalam membangun gedung tentu tidak cukup hanya dengan membangun gedung begitu saja tanpa perencanaan yang matang. Membangun tanpa perencanaan dapat mengakibatkan gedung tidak kokoh dan terjadi banyak kecacatan pada hasilnya.

Pelaksanaan Proyek Pembangunan Gedung Bertingkat

Dalam membangun gedung bertingkat, perlu adanya kesepakatan dengan kontraktor, rencana anggaran biaya (RAB), persiapan desain, persiapan alat-alat seperti tower crane, bar bender dan bar cutter, vibrator internal dan external, dan lain-lain. Juga yang terakhir persiapan teknik pembangunan seperti tahap apa yang harus pertama kali dilakukan hingga finishing.

Pihak Yang Terlibat Dalam Proyek Gedung Bertingkat

Dalam membangun gedung bertingkat tentu banyak pihak yang berperan dalam merampungkannya. pihak-pihak tersebut antara lain:

1. Owner atau pemilik

Pemilik adalah orang yang memegang kendali seluruh proses pembangunan dari mulai pemilihan kontraktor, perencanaan bangunan hingga rancangan dana. Owner biasanya menunjuk wakil orner untuk membantu owner mengawasi pekerjaan proyek di lapangan.

2. Konsultan perencana

Konsultan perencana juga umumnya ditunjunk oleh pemilik. Tugas konsultan perencana adalah sebagai teknikal bangunan, artinya konsultan akan merencanakan potensi kekuatan bangunan, memperhitungkannya hingga menggambarnya dengan detail.

3. Pengawas

Pengawas ini bekerja di lapangan yang tugasnya untuk mengawasi jalannya proyek. Pengawas bekerja dalam arti luas, artinya Ia mengawasi segala aspek dari mulai capaian perkembangan pembangunan hingga kendala-kendala bangunan maupun pekerja.

4. Kontraktor

Adalah sekelompok orang yang melaksanakan proyek pembangunan gedung.

Tahapan Membangun Gedung Bertingkat

Membangun gedung bertingkan bukan hanya tinggal menyesuaikan dengan gambar dan memilih membangun bagian apapun terlebih dahulu, melainkan melalui tahapan-tahapan tertentu secara tersusun. harapan tersebut antara lain:

1. Pondasi

Pondasi dipasang ketika sebelumnya telah melakukan survey tanah, kedalaman, hingga pemasangan tiang.

2. Galian bawah tanah/ basement

Galian ini dapat dilakukan baik sebelum maupun setelah pondasi dipasang tergantung kondisi tanah. Pekerjaan galian bawah tanah meliputi tie beam, plat lantai beton dan dinding, dan pile cap.

3. Kolom beton bertulang

Kolom beton bertulang dipasang setelah selesainya galian bawah tanah. Tahap pertama adalah pengukuran kolom sesuai dengan rencana yang telah disepakati sebelumnya, kemudian pasang besi tulangan dan mengerjakan bekisting, lalu diakhiri dengan pengecoran beton dengan mutu yang sesuai perencanaan awal (kekuatan gedung).

4. Balok dan plat lantai beton yang bertulang

Pengerjaan balok dan plat lantai ini dapat dimulai bersamaan dengan pemasangan bekisting kepalan kolom lalu diakhiri dengan pengecoran plat lantai beton.

Pekerjaan ini diulangi terus perlantai sampai mencapai jumlah lantai sesuai perencanaan.

Adapun alat-alat yang biasa digunakan adalah tower crane yang berfungsi untuk mengangkat material bangunan ke lantai tinggi, bar bender dan bar cutter yang berfungsi untuk membengkokkan dan memotong baja tulangan, exavator yang berfungsi untuk mengeruk benda-benda berat termasuk tanah, vibrator internal dan external yang berfungsi untuk memadatkan beton yang dituang ke bekisting, mobile crane yang berfungsi untuk mengangkat pekerja ke lantai atas, dan dump truck yaitu kendaraan besar yang berfungsi untuk mengangkat material-material bangunan.